Semoga berkat Tuhan senantiasa melimpah bagi kita. Amin
Showing posts with label Iman. Show all posts
Showing posts with label Iman. Show all posts

Menyangkal diri, memikul Salib dan mengikutiNya

menyangkal diri, memikul salib dan mengikutinya

Menyangkal diri, memikul Salib dan mengikutiNya-Bukanlah hal yang mudah untuk bisa menjadi murid Kristus, banyak pertentangan yang terjadi dalam diri kita maupun terhadap orang lain. Bukan hanya murid Kristus pada jaman dahulu, sekarangpun menjadi murid Kristus mengalami banyak penolakan dan banyak hambatan untuk mempertahankan menjadi murid Kristus.

 Sesorang yang mau mengikut Kristus memiliki 3 syarat yaitu:
1.Menyangkal diri
2.Memikul salib
3.MengikutiNya

Mari kita bahas makna yang terkandung dalam Lukas 9:23 tersebut.

1.Menyangkal diri yaitu melawan setiap hal kedagingan kita atau menghindari sesuatu hal untuk kepentingan diri sendiri. Melawan setiap sifat buruk kedagingan kita bukan hal yang mudah secara kita adalah manusia lemah. Namaun ketika kita dapat melawanya, maka kita akan memenangkan pertempuran melawan kedagingan tersebut.

2.Memikul salib. Memikul salib dimaksudkan bukan salib yang di pikul Yesus. Memikul salib dapat diartikan bersedia untuk menanggung sesuatu demi iman kepada Kristus. Beban yang dipikul setiap manusia berbeda-beda. Terkadang manusia mengeluh atas setiap beban yang harus dipikul, Namun ketika kita memohon pertolongan pada Tuhan, niscaya kita akan memperoleh kekuatan untuk menyelesaikan dan melewatinya

3.MengikutiNya. Mengikut Yesus yaitu dengan taat dan setia mengikuti dan mentaati perintahNya. Mengikut Yesus juga dapat diartikan menjadi Murid Yesus.Hidup yang telah kita terima merupakan anugerah terbesar dalam kehidupan manusia. Hal itu wajib kita syukuri.Apakah syarat tersebut sangat susah bagi anda? Mau ikut Yesus atau tidak itu keputusan ada di tangan anda.


semoga bermanfaat.

Iman bukan karena melihat, tetapi karena percaya.

Bukan iman karena melihat, tetapi iman karena percaya
Iman bukan karena melihat, tetapi karena percaya-Thomas lahir di Galilea adalah salah satu dari 12 rasul Yesus dan pekerjaanya sebagai nelayan. Ia tidak punya perahu sendiri tidak seperti Petrus dan Andreas, maka Thomas selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap sesuatu hal yang belum ia lihat sendiri. Namun demikian Thomas yang disebut Didimus adalah seorang yang jujur, yang terus terang, polos dan tidak malu-malu menyatakan ketidaktauanya.

Penampakan-penampakan Yesus kepada para murid setelah Yesus bangkit tidak hanya sekedar memberikan kesaksian langsung bahwa Yesus telah bangkit namun juga memulihkan iman para murid dan juga memulihkan iman kita agar murni kembali sehingga yang tercerai berai menjadi bersatu kembali. Mereka yang patah harapan menjadi semangat. 

Thomas merupakan tipikal rasul yang mewakili karakter dasar seorang manusia yang selalu menuntut bukti dan bukan sekedar omongan indah dan  menakjubkan, bahkan tentang Yesus yang bangkit sekalipun. Penampakan Yesus yang istimewa khusus kepada Thomas ini mengajarkan kepada kita kepercayaan indrawi bukti fisik dan kepercayaan iman yang didasarkan pada pengharapan dan cinta. Sekalipun tidak melihat Tuhan, orang yang beriman akan percaya bahwa apa yang dikatakan  adalah suatu kebenaran dan hidup, itu hanya mungkin karena cinta.

Namun iman kita bukan iman yang irasional, bukan iman yang tidak masuk akal, cinta kita bukanlah cinta buta. Kita beriman kepada Tuhan karena kita tahu dan sungguh-sungguh merasakan betapa Tuhan telah menjadikan kita orang yang paling berbahagia.

Kita sendiri menjadi kesaksian iman kita yang hidup dengan menghayati hidup yang berbuah damai, sukacita, tidak perlu menunggu sampai Yesus memperlihatkan dirinya kembali. Kitalah yang harus memperlihatkan Tuhan kepada orang-orang lain sehingga semakin banyak orang seperti Thomas kemudian sampai kepada pengakuan iman.

Banyak orang yang hidup seperti Thomas yang beriman kepada Yesus ketika melihat tanda, karena melihat bukti. Maka kitalah yang harus menjadi kesaksian nyata Tuhan itu hadir dalam hidup kita. Kitalah yang harus memperkenalkan Tuhan bahwa Ia peduli akan kita. Apakah melalui tingkah laku, tutur kata dalam kehidupan kita membawa damai sejahtera bagi orang lain. Apakah karakter kita menunjukan seorang murid Kristus atau bukan. Inilah tugas kita, semoga kita dimampukan membawa orang lain untuk berkata kepada Tuhan Yesus “ya Tuhanku dan Allahku”.

Dfj Rm Agustinus M

Semoga renungan Iman bukan karena melihat, tetapi karena percaya bermanfaat bagi anda.


Iman zakeus

Luk 19:1-10

Iman zakeus-Ternyata Iman yang dicari oleh Yesus terdapat pada seorang pemungut cukai yang menurut orang pada zaman Yesus orang ini penuh dosa dan kesalahan, pada zaman Yesus bangsa Yahudi di jajah oleh kekaisaran Romawi. Seorang pemungut pajak adalah pegawai pemerintah Romawi, tetapi pemerintah Romawi lebih sering mencurigai mereka, dicurigai tidak menyetor semua hasil pajak, dicurigai menipu pemerintah soal pendapatan pajak. Maka pemerintah meremehkan mereka, memandang rendah, memandang mereka sebagai orang berdosa, bersalah dan tidak jujur. Sejujur apapun mereka tetap saja dimata pemerintah, mereka itu tidak jujur.

Dipihak lain, para pemungut cukai itu adalah warga bangsa Yahudi. Tetapi, bagi bangsa Yahudi, mereka telah dianggap sebagi penghianat bangsanya sendiri. Mereka sering memaksa rakyat untuk membayar pajak, bahkan ada juga yang memaksa rakyat untuk membayar pajak dari yang seharusnya mereka bayar, maksudnya supaya mendapat pujian dari pemerintah Romawi. Tetapi pujian itu tidak pernah mereka dapat. Lalu uang hasil pajak yang mereka minta dari masyarakat dikumpulkan, mereka berikan kepada pemerintah Romawi, kepada penjajah. Maka, bangsanya sendiri membenci mereka. 

Mereka dianggap sebagai antek penjajah bangsa, penghianat bangsa. Bahkan mereka dianggap bukan lagi merupakan umat pilihan Tuhan. Mereka di keluarkan dari kumpulan orang yang akan diselamatkan Tuhan. Jadi pemungut cukai tersebut oleh pemerintah Romawi disingkirkan dan oleh masyarakat Yahudi juga disingkirkan. Jadi siapa lagi yang bisa mereka andalkan dalam kehidupan mereka?. Bangsanya sendiri telah menghakimi bahwa pemungut cukai itu berdosa, pasti masuk neraka. Dan pasti Tuhan Allah tidak mau menerima mereka. Ternyata orang yang bermasalah di dalam masyarakat itulah yang dijadikan contoh oleh Yesus, contoh orang yang memiliki iman kepada Anak Manusia. Contoh orang yang menyambut kedatangan Anak Manusia dengan baik.  Contoh orang yang siap menyongsong akhir zaman. Meskipun sudah dicap sebagai orang berdosa, bersalah, sudah berhianat, bukan anggota umat Allah, ternyata dalam hatinya yang terdalam, zakeus masih tetap setia berharap kepada Allah.

Apakah kita sepeti zakeus dalam hubugan dengan masyarakat sekitar kita?. Apakah kita dicap salah oleh para pemimpin kita? Apakah kita dicap salah oleh teman-teman kerja kita? Oleh keluarga kita?. Apakah kita sudah dianggap sangat berdosa sehingga kita tidak dapat menerima belas kasih Allah. Kalalupun kita separah zakeus, Tuhan Yesus menunjukan, sesungguhnya ketika masih membuka hati kepada Yesus, mau menerima Yesus hadir di dalam hati kita, di hidup kita, di keluarga kita, lalu kita mau kembali menjadi putra-putri Bapa tetap masih ada pengharpan. 

Pasti kita tidak separah zakeus, kita pasti lebih mudah membuka hati dan bertobat, lebih mudah untuk bersatu dengan Yesus, lebih mudah untuk memandang dan menerima Yesus dari pada segala kemalangan dan bencana yang harus dihadapi pada akhir jaman. Maka, mari menyambut Yesus dalam hidup kita, mari menyambut Yesus dalam karya-karya kita, marilah menyambut Yesus dalam pergaulan kita. Akhirnya selamat menyambut Yesus, selamat berkarya bersama Yesus, selamat bergaul bersama Yesus. Gbu

demikan artikel Iman zakeus, semoga bermanfaat.

Insp DFJ Rm W Pao

Iman yang menyelamatkan, Iman yang menyembuhkan

LUK 18:35-43

Iman yang menyelamatkan, Iman yang menyembuhkan-Bila kita merenungkan Kisah hidup Yesus khususnya, Kita akan menjumpai Yesus yang mengajar, Yesus yang menyembuhkan, Yesus yang memberi kegembiraan dan suka cita bagi orang yang membutuhkan dalam hidup mereka. Hari ini juga kita masih mendengarkan karya baik Yesus yang pada kisah ini menyembuhkan seorang buta dekat yeriko, dan kalau anda mencermati apa yang diperbuat oleh Yesus mendapat kesembuhan, ketika orang-orang yang menantikan pelepasan dari setan atau kekuatan jahat yang membelenggu mereka, satu hal yang selalu di sampaikan Yesus adalah Imanmu telah menyelamatkan engkau.

Iman inilah yang membawa keselamatan, iman inilah yang membawa kesembuhan, iman inilah membuat orang buta ini dapat melihat. Iman menjadi sumber kekuatan, iman dapat melihat apa yang tidak tampak, orang buta ini sekedar bertanya kepada orang yang lewat disekitarnya. Apa yang terjadi, lalu mereka mengatakan Yesus orang Nasaret  lewat dan dalam harapan untuk beroleh kesembuhan maka ia berseru: Yesus anak Daud kasihanilah aku. Dan sekalipun orang-orang itu menyuruh dia diam, tetapi bukanya malah diam, malahan semakin kuat ia berseru : anak Daud kasihanilah aku. Apa yang diperbuat oleh orang buta ini mau menunjukan bahwa semakin ia dihalangi,semakin ia dilarang, tetapi karena imanya yang kuat, bahwa Yesus dapat menyembuhkan dirinya, maka ia percaya kesembuhan itu akan ia peroleh. Tinggal bagaima ia menunjukan imanya itu membawa pada keselamatan.

Sabda ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan Allah melalui Yesus Ia akan mendengarkan doa-doa kita, Ia akan membantu disetiap kelemahan kita, Ialah satu-satunya harapan kita. Dan untuk beroleh apa yang kita harapkan itu, satu-satunya cara adalah melalui iman, maka sudahkah kita memiliki iman yang kuat, sudahkah kita sungguh percaya akan Yesus sang penyelamat, sudahkah kita sungguh yakin bahwa Allah adalah satu-satunya harapan bagi mereka yang percaya kepada-Nya?.

Mari kita mohonkan agar Tuhan menambahkan iman kita, agar Tuhan meneguhkan iman kita. Maka sekalipun dihadapkan pada tantangan, ketakutan, ancaman atau segala hal yang membuat kita diminta untuk mundur dan melupakan iman kita, kita mohon kepada Tuhan bukanya kita mundur tetapi semakin yakin dan percaya bahwa iman kita adalah iman yang menyelamatakan.

demikan artikel Iman yang menyelamatkan, Iman yang menyembuhkan, semoga  bermanfaat.

Insp: DFJ Rm Y. P. A Winarko

Iman adalah dasar


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1. Iman merupakan landasan kepercayaan, keyakinan manusia atas Sang pencipta. kita sebagai manusia harus memilih iman kepercayaan (Agama). Akan dibawa kemana kehidupan kita, mengikut teladan siapa?? itu yang penting, jangan cuma ikut arus jaman dan tidak memiliki integritas. Mempunyai iman jangan setengah-setengah, kalau ada mukjizat di agama tertentu baru ikut-ikutan, atau ikutan teman-temanya, ini iman yang tidak akan bertahan lama.

Ilustrasi iman menurut tante Meike adalah iman itu seperti apartemen yang akan dibuat dan sedang dipromosikan atau dipamerkan. Yang ada di pameran adalah baru gambar dan rancangan. padahal tiang pancang belum dibuat, perusahaan pengembang menjanjikan 3 tahun lagi apartemen akan selesai dan anda miliki. apa yang terjadi????  apartemen tersebut sudah laris sold out. karena kenapa? karena orang yang membeli percaya pada perusahaan pengembang, padahal belum jadi apartemenya, tetapi orang-orang percaya bahwa nanti apartemen akan sesuai yang apa yang mereka harapkan.


Demikian pula dengan iman kita. Ketika kita percaya pada Kristus, bahwa di surga banyak rumah untuk kita karena Bapa sudah mempersiapkan untuk kita, seharusnya kita mengamininya, menurut kasih Tuhan yang Ia berikan kepada kita.

demikan artikel Iman adalah dasar, semoga bermanfaat.