Semoga berkat Tuhan senantiasa melimpah bagi kita. Amin
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Bergembira dan Bersukacitalah

bergembira dan bersukacita
bergemibira dan bersukacita

"Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita."  Mazmur 68:4."

Ketika mengalami permasalahan yang berat kebanyakan orang menjadi letih lesu, sedih dan frustasi. Rasa-rasanya dunia mau runtuh.

Tetapi Alkitab menasihatkan, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12). Di tengah kesulitan yang terjadi, kita harus menguatkan hati untuk tetap bersandar kepada Tuhan.
Mari kita belajar dari nabi Habakuk yang hidup pada jaman di mana bangsa Israel sedang mengalami penderitaan hebat karena ditindas oleh musuh-musuhnya. Bukan hal yang mudah baginya untuk dapat terus mempertahankan imannya dan bersukacita (baca Habakuk 3:17).

Puji-pujian bagi Tuhan menghasilkan kuasa yang dahsyat. Tembok permasalahan sebesar apa pun yang kita hadapi dapat diruntuhkan ketika kita tetap bersorak-sorai bagi Tuhan.

Oleh karena itu tetaplah bersukacita dalam keadaan apa pun yang kita alami supaya kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya. Salomo menulis: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22). Bila mengandalkan kekuatan sendiri kita pasti tidak akan mampu.
*Yakinlah kita tidak menghadapi penderitaan itu sendirian, ada Roh Kudus yang akan menyertai dan menopang kita senantiasa. Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, karena itu kuatkan hati dan tetaplah bersukacita.*

PILIHAN DITANGAN KITA

PILIHAN DITANGAN KITA


Banyak orang menghubungkan keberhasilan dengan kekayaan, tetapi keberhasilan yg sebenarnya adalah menjadi seseorang yg Tuhan inginkan.

Kisah Para Rasul 13:22 " Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan dihati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."

Ukuran keberhasilan dunia ialah jabatan dan kekayaan, tetapi ukuran Tuhan adalah perkenanan. Mana yang kita pilih ??
Daud fokus hanya ingin mengasihi Tuhan, hasilnya Tuhan berkenan kepadanya.
Ketika Tuhan berkenan maka kehormatan dan kekayaan secara otomatis mengikuti Daud.

Ukuran keberhasilan dunia ialah jabatan dan kekayaan, tetapi ukuran Tuhan adalah perkenanan. Mana yang kita pilih ??
Daud fokus hanya ingin mengasihi Tuhan, hasilnya Tuhan berkenan kepadanya.
Ketika Tuhan berkenan maka kehormatan dan kekayaan secara otomatis mengikuti Daud.

Mazmur 127:2 "sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah -- sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."Ukuran keberhasilan dunia ialah jabatan dan kekayaan, tetapi ukuran Tuhan adalah perkenanan. Mana yang kita pilih ??
Daud fokus hanya ingin mengasihi Tuhan, hasilnya Tuhan berkenan kepadanya.
Ketika Tuhan berkenan maka kehormatan dan kekayaan secara otomatis mengikuti Daud.

Mazmur 127:2 "sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah -- sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Share renungan wa

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan - Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya. (Kel 9:34)

Takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan

Seringkali kita pun berlaku seperti Firaun dan para pegawainya : tidak takut akan Tuhan, mengeraskan hati dan terus berbuat dosa bahkan ketika doa-doa kita sudah dikabulkan.

Ada kalanya kita juga tawar menawar dengan Tuhan.  Jika doa kita dikabulkan barulah kita mau rajin beribadah, rajin melayani, rajin berdoa, mau persembahan lebih, dll. Kita mengira Tuhan bisa disuap/sogok.

sering kali kita putus asa akan setiap pergumulan yang kita alami, seakan kita berjalan sendiri dan tidak ada yang perduli terhadap diri kita.

 
Namun, masalah tersebut memang harus kita hadapi, percaya bahwa Tuhan sedang memberikan cobaan untuk mengetes kita apakah kita layak untuk naik kelas atau kita tidak layak.

Tetaplah memiliki pengharapan untuk kita jalani, Tuhan sedang merintis jalan bagi kita untuk kehidupan yang lebih baik.


Seringkali kita lupa siapa diri kita di hadapanNya. Kita hanyalah setitik debu di alas kakiNya. Meskipun demikian Allah tetap mengasihi dan mencurahkan berkatNya melimpah dalam hidup kita.

Takut akan Tuhan berarti kita tak mau mendukakan hatiNya tapi dengan segala cara berusaha menyenangkan hatiNya sekalipun itu harus mengorbankan kehendak dan ego pribadi.

Mari kita hidup dalam kasih karunia Allah tanpa menyia-nyiakan kasihNya itu

HARGA & NILAI


Pada Suatu ketika ada sekelompok pencuri yg masuk ke toko perhiasan, mereka tidak mencuri apapun, tetapi mereka menukar-nukarkan label harganya saja. Keesokan harinya, terjadilah kegemparan di toko tersebut  karena perhiasan yg sangat mahal dijual dgn harga obral , perhiasan imitasipun dijual dengan harga yang tinggi.
Harga dan nilai
Harga dan nilai
Bukankah di zaman ini kita hidup seperti cerita tsb di atas? Di mana Harga dari sesuatu hal dikacaukan dengan Nilainya.

Orang-orang dihargai tinggi sesuai dengan penampilan mereka,padahal mempunyai nilai karakter yang rendah sekali ...

Calon bayi yg diduga cacat bisa saja diaborsi karena harga yg harus dibayar oleh orang tua untuk merawat bayi tersebut di masa mendatang sangatlah besar, mereka tidak lagi mau melihat Nilai intrinsik yg tertanam dalam satu nyawa yang diciptakan Tuhan.

Orang dianggap terpandang jika bisa masuk daftar orang terkaya, tidak mempedulikan nilai-nilai apa saja yang sudah dikorbankan demi untuk mendapatkan status tersebut

Mereka yg naik mobil Mercy dihargai lebih tinggi & dianggap lebih berbahagia hidupnya daripada mereka yg hanya naik taxi/ kendaraan umum, padahal belumlah tentu demikian adanya.

oleh sebab itu:

1. Jangan suka bingung membedakan antara HARGA & NILAI

2. Harga hanyalah sederetan angka yang ditetapkan oleh masyarakat, sedangkan nilai adalah sesuatu yang sudah Tuhan tanamkan menjadi bagian hidup kita dari awal penciptaan manusia

3. Uang, jabatan, kekuasaan memang menggiurkan dan sangat berharga, tetapi masih jauh lebih berharga bila kita memiliki suka cita, belas kasihan, kedamaian, kebaikan hati, kejujuran, kesetiaan, keluarga yg bahagia, karakter yg mulia, hal ini jauh lebih bernilai

4. Tidak perlu mengejar LABEL HARGA diri anda, jadilah seseorang yang memiliki NILAI TINGGI di hadapan Tuhan dan sesama, hal ini akan membuat anda menjadi manusia yang terhormat .

Janganlah anda hanya menilai orang dari kekayaannya saja.

(bejana Kehidupan)

MEMAKNAI NATAL


memaknai Natal
Memaknai Natal
"Sebab itu Tuhan sendirilah yg akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." (Yes.7:14)

Dibulan perayaan Natal, pernak-pernik dan hiasan Natal dpt kita jumpai di mall-mal, hotel-hotel, restaurant, pesawat terbang, barangkali juga di klab malam dan sudah pasti di gereja-gereja. Tdk ketinggalan kita banyak disuguhi acara-acara ibadah dan perayaan Natal.

Momen Natal memang membawa sukacita bagi banyak orang walaupun banyak juga yang tidak mengetahui atau tidak menemukan makna Natal yang sesungguhnya.

Natal adalah memperingati kerelaan-Nya, mengosongkan diri dan menjadi  sama dengan manusia. Allah telah menjadi  manusia, bereinkarnasi, menjadi daging dan darah yang seutuhnya.

Filipi 2:6-8 "Yg walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dgn Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan dirin-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi  sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai  manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Dia hadir kedunia untuk memulihkan hubungan manusia dan Allah yang terputus akibat manusia jatuh kedalam dosa, Dia menebus dosa kita dan Dia membawa damai sejahtera bagi umat manusia.

2 Kor. 5:19a "Sebab Allah mendamaikan dunia dagan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka."

Harus diakui akibat kehilangan makna Natal, sekarang ini Natal terasa hedonis, serba memuaskan emosi dan kehilangan jiwanya, kita banyak terjebak dengan seremonial belaka atau terbawa dengan semangat hura-hura pesta akhir tahun.

Natal adalah kabar gembira, berita sukacita besar, Juruselamat telah lahir. Kedatangan dan kelahiran sang Juruselamat kita bisa rasakan maknanya apabila kita dpt dgn sungguh-sungguh menyadari, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus; "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23)

(wa)

Renungan Natal

Kehidupan manusia pada awalnya dimulai dengan adanya kelahiran. Dizaman yang serba modern seperti sekarang ini, sebagian besar bayi-bayi lahir dalam keadaan kecukupan. Mereka lahir dengan peralatan dan perlengkapan yang sudah canggih. Mereka tidak mengenal arti sebuah penderitaan dalam keadaan miskin dan papa. Bagaimana bayi-bayi yang lahir dalam keadaan miskin dan dalam keadaan yang tersingkirkan dalam masyarakat? Bagimana dengan bayi-bayi yang lahir dari hubungan gelap orang tua  mereka? Bagimana dengan bayi-bayi yang lahir dan dibuang begitu saja oleh orang tua mereka? Marilah kita merenung tentang makna Natal dalam kehidupan kita.


Natal


Merupakan sebuah misteri Ilahi bahwa Yesus datang kedunia bukan dalam keluarga yang kaya, terpandang, terhormat dan lainya walupun Yesus bisa saja memilih tempat yang enak dan tidak usah repot-repot datang kedunia.

Dalam kisah Kelahiran Yesus di dunia, Maria dan Yusuf tidak mendapatkan penginapan walaupun mereka sudah mencarinya. Dan terpaksa mereka menumpang di sebuah kandang hewan. Pasti anda sudah mengerti seperti apa sih kandang hewan. Tetapi Yesus lahir di tempat itu. Bagaiman mungkin seorang Raja dan Juru selamat manusia lahir dalam palungan? Ini merupakan suatu tanda yang jelas, bahwa Allah mau solider dengan kehidupan manusia. Yesus menghadirkan Allah yang berbelas kasih kepada orang yang miskin, papa, tertindas dan lainya. Gereja menyadarkan kepada kita bahwa peristiwa Natal adalah anugerah Allah yang terbesar dalam kehidupan kita.

Santo Yohanes merenungkan peristiwa ini secara mendalam. Kasih Allah telah dinyatakan ditengah-tengah kita yaitu dengan mengutus anak-Nya yang tunggal kedunia ini supaya kita hidup oleh-Nya. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh kehidupan yang kekal.(Yoh 3:16).

Sungguh, Allah mengasihi jiwa-jiwa yang rendah hati dan tidak berkenankepada mereka yang sombong dan bertegar dalam dosa dan kejahatan. Seperti para malaikat surgawi yang memuji dan memuliakan Allah. Kemuliaan Allah ditempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.

Makna Natal adalah merayakan kelahiran Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus di pertahankan, melainkan dengan mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai seorang hamba dan menjadi sama seperti manusia.(fil 2:6-7).

Kelahiran Yesus dalam dunia ini menghadirkan kuasa Allah yang menyapa umatNya. Allah membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan belenggu maut. Kita harus berani mengikuti Yesus Kristus walau dalam keadaan apapun situasi kehidupan kita.

(Serafim Maria SCE)

Marilah kita ke Betlehem ( Natal )

Natal merupakan hari raya yang dirayakan oleh orang Kristen, kita tahu bahwa Natal jatuh pada tanggal 25 Desember disetiap tahunya.
Marilah kita ke Betlehem

Kalau kita simak Lukas 2 :15-20, disana kita mendapati Malaikat Tuhan tidak hanya menampakan Kepada Maria dan Yusuf untuik memberitahukan kelahiran  Sang Mesias, tetapi juga kepada para gembala. Bagaimana cara malaikat menyampaikan kabar gembira kelahiran Mesias kepada para gembala? Melalui sebuah penampakan, Malaikat berdiri di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan, yang melambangkan kehadiran Allah. Tanda kehadiran Allah menyebabkan mereka menjadi sangat ketakutan sehingga mereka dinasihatkan untuk tidak takut. Mereka juga diberikan tanda yang menjamin kebenaran kabar sukacita malaikat. Tandanya adalah mereka akan menjumpai seorang bayi yang dibungkus dengan kain dan dibaringkan di dalam palungan.

Ketika malaikat dan bala tentara surgawi kembali ke surga, para gembala berkata seorang kepada yang lain, “Marilah sekarang kita pergi ke  Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti  yang diberitahukan Tuhan  kepada kita.” Tujuan mereka ke Betlehem tidak sama dengan orang majus. Mereka pergi ke Betlehem bukan untuk menyembah Mesias, melainkan untuk apa yang didengar dan menyaksikan tanda yang disampaikan malaikat serta memberitahiukan apa yang dikatakan kepada merka tentang bayi Yesus yang baru saja dilahirkan.

Para gembala lalu cepat-cepat berangkat dan menjumpai bayi yang sedang berbaring di dalam palungan bersama Maria dan Yusuf. Kepergian mereka dengan cepat-cepat ke Betlehem memeperlihatkan semantat dan keingingan mereka melihat tanda yang telah dijanjikan oleh malaikat. Mereka berbeda dengan para pemuka agama yang tidak mau repot-repot datang dan mecari tahu walaupun mendengar kelahiran Mesias di Betlehem yang telah dinubutakan.

Setelah melihat bayi Yesus, para gembalapun memberitahukan apa yang telah dikatakan oleh malaikat kepada Maria dan Yusuf serta orang-orang Betlehem tentang bayi Yesus. Mereka meneruskan apa yang telah disampaikan  malaikat itu. Dengan meneruskan apa yang disamapikan oleh malaikat, mereka tidak hanya menjalankan peran sebagai saksi mata, tetapi juga menjadi perantara pernyataan ilahi. Dari pemberitahuan para gembala, semua orang yang mendengar menjadi heran. Orang-orang Betlehem hanya merasa heran tanpa mencari makna secara lebih mendalam melalui perenungan. Mereka seperti orang yang sejak menerima firman dengan gembira namun tanpa berakar.

Dalam Injil Lukas menggunakan malikat untuk menyampaikan kabar kelahiran Mesias. Kelahiran Mesias dikabarkan kepada orang luar dengan pertama-tama disampaikan kepada para gembala. Dari status sosial, para gembala tidak termasuk kelompok orang-orang buangan. Namaun, mereka berada diantara orang-orang yang paling miskin dalam masyarakat. Mereka tidak memiliki lahan dan ternak sendiri. Mereka bekerja untuk mendapatkan upah. Pada zaman Yesus, mereka sering dianggap tidak jujur dan kesaksian mereka tidak didengarkan.

Mengapa kabar gembira kelahiran Mesias kepada orang luar disampaikan pertama-tama kepada para gembala? Di sini Lukas mungkin ingin menampilkan empati dan belas kasih Yesus bagi orang miskin. Yesus datang untuk membawa kabar gembira keselamatan bagi kaum termiskin, terpinggirkan, dan berdosa. Sejak kelahiran-Nya, Yesus mengidentifikasikan diri dengan orang miskin, terpinggirkan dan berdosa. Misi ini ditegaskan lagi dalam pewartaan publik-Nya di sinagoga Nasaret. “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitahukan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitahukan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19). Marilah kita mengikuti ajakan para gembala untuk pergi bersama mereka ke Betlehem untuk melihat Yesus yang sedang berbaring di dalam palungan.

(A.Jehadut)

Harta Dunia

    Selama masih tinggal dan hidup di dunia ini manusia memerlukan uang untuk memenuhi apa yang diperlukan untuk kehidupannya. Ia mengggunakan uang untuk membeli makanan, pakaian, dan untuk tempat tinggal. Ia memerlukan uang untuk berkomunikasi dengan orang lain, untuk menjaga kesehatan, untuk memperoleh hiburan dan sebagainya. Tidak ada yang salah dalam menggunakan uang untuk keperluan pribadi dan keluarga. Tidak ada  yang salah kalau orang harus bekerja keras untuk mendapatkan uang supaya dapat memenuhi apa yang diperlukan untuk kehidupanya sendiri dan kehidupan keluarganya. Bahkan, orang harus bekerja dengan penuh semangat demi orang-orang yang dikasihinya dan menjadi tanggung jawabnya.
Harta Dunia
Harta Dunia


Walau bagaimanpun kerja keras kita mengumpulkan harta, kita tidak berkuasa atas jiwa kita sendiri. Kita tidak bisa menentukan berapa lama akan hidup di dunia ini.  Allah yang menentukan kapan manusia lahir ke dunia, Dia jugalah yang akan menentukan kapan manusia harus meninggalkan dunia ini.

Tuhan Yesus telah mengingatkan agar kita mengambil sikap yang tepat terhadap uang atau harta kekayaan yang kita miliki. Bagaimanapun pentingnya uang untuk kehidupan, uang bukanlah tujuan dari kehidupan manusia di dunia ini dan harta kekayaan bukanlah paling penting dalam kehidupannya. Yang paling penting bagi manusia adalah kesehatan jiwanya. Manusia pasti akan mati pada saatnya nanti dan badanya akan busuk menjadi tanah atau dibakar menjadi abu, tetapi jiwanya  akan tetap hidup.  Jiwa manusia yang hidupnya di dunia berkenan kepada Allah akan bersatu kembali dengan Dia dalam kehidupan yang abadi. Kalau selama hidup di dunia orang hanya mengurusi kebutuhan tubunya itu, keselamatan jiwanya akan terabaikan.

Perlu diingat bahwa keselamatan jiwa manusia sesudah kehidupanya di dunia ini berakhir justru ditentukan oleh bagaimana manusia menjalani kehidupan di dunia. Tuhan memberikan kepada kita uang dan harta benda, seberapapun jumlahnya, agar selama menjalani kehidupan di dunia ini kita dapat mempersiapkan diri untuk kehidupan yang akan datang.

Sudahkah kita menggunakan harta yang dititipkan untuk melayani Allah?

Orang Samaria yang Murah Hati (mengasihi sesama)

Dalam Injil Lukas, perumpamaan tentang orang samaria merupakan perumpamaan yang cukup terkenal yang disampaikan oleh Yesus. Dia menyampaikan perumpamaani ini dalam pembicaraan tentang hukum terutama dalam taurat, khusus untuk menanggapi pertanyaan tentang siapa sesama yang harus dikasihi seperti diri sendiri.

Menolong sesama

Perlu diingat bahwa ahli taurat menduduki tempat yang penting dalam agama Yahudi karena memiliki kuasa untuk menerangkan hukum Taurat yang menyusun peraturan untuk menetapkan hukum itu dalam setiap situasi kehidupan agama orang Yahudi. Mereka tersebar di wilayah Yedea dan Galilea  sebagai guru yang mengajarkan hukum Taurat. Beberapa ahli Taurat dipilih untuk menjadi anggota dari Sanhedrin/ Mahkamah agama Yahudi, disamping imam besar dan tua-tua agama Yahudi. Ini berarti bahwa Yesus sedang berbicara dengan orang yang dipandang mumpuni dalam hal hukum agama Yahudi, khusus dalam hal ini hukum Taurat.

Seorang ahli Taurat mendatangi Yesus untuk mencobai Dia. Hal ini dilakukannya dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara untuk memperoleh hidup  yang kekal. Yesus menjawabnya dengan menanyakan apa yang dikatakan Taurat tentang hal itu. Dalam Taurat tertulis “ Kasihanilah Tuhan Allamu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Yesus menegaskan bahwa orang akan memperoleh hidup kekal bila melaksanakan perintah Kasih yang tertulis hukum Taurat.

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yeriko melewati padang gurun dan bukit karang. Jalan yang sepi itu sangat berbahaya karena memang merupakan tempat yang paling cocok untuk mencari target / mangsa. Ketika melewati tempat yang sepi, para perampok menyerbu orang itu, merampoknya habis-habisan lalu memukulinya dan meninggalkanya setengah mati. Jika tidak ada yang menolongnya, bisa jadi ia akan menemui ajal. Ia akan hidup jika ada orang lewat yang peduli padanya dan menolongnya.

Ada seorang imam yang turun dari Yerusalem melewati jalan itu. Ia melihat di pinggir jalan ada orang tergeletak, namun imam tadi hanya melewatinya. Seorang Lewi juga lewat jalan itu dan melihat orang yang sama tadi, tetapi hanya melewatinya saja sama seperti imam tadi. Padahal imam dan orang Lewi adalah orang yang sangat dihormati dan merupakan tokoh penting orang Yahudi.

Seorang Samaria juga lewat di tempat itu, namun sangat mulialah orang samaria ini, ia menolong karena tergeraklah hatinya melihat orang yang dirampok tadi. Ia juga menyirami lukanya.  Tidak sampai mengobatinya, tetapi orang samaria tadi menaikan orang tersebut ke atas keledainya untuk dibawa ke penginapan dan merawatnya. Namum keesokan harinya ia harus pergi, orang samaria itu meninggalkan koraban tadi di penginapan, tetapi ia meminta pemilik penginapan untuk merawatnya dan orang samaira itu memberikan dua dinar kepada pemilik penginapan tersebut sebagai ganti biaya perawatan. Iapun  berjanji akan mengganti biaya perawatan yang dikeluarkan kalau uang yang tadi diberikan tidak cukup.

Setelah Yesus menyampaikan cerita tersebut, Yesus berkata kepada ahli Taurat siapakah sesamamu manusia dari orang yang telah jatuh ketangan penyamun itu?

Mereka menjawab orang yang ketiga, dan Yesus pun menyuruh untuk berbuat juga demikian.

Orang samaria dalam perumpamaan merupakan teladan untuk menjadi sesama. Seluruh perhatian tertuju pada orang yang menjadi korban perampokan. Orang samaria yang menyelamatkan tersebut tidak hanya memberikan waktu, tenaga, biaya, tetapi juga memberikan semuanya dengan hati yang tulus, tanpa mengharapkan imbalan dari orang yang ditolongnya.

Untuk bisa menolong sesama tidak dapat memikirkan diri sendiri. Orang dapat melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain tanpa mengasihinya bila yang dipikiran hanyalah dirinya sendiri. Yesus datang kedunia ini karena terdorong oleh kasihNya kepada manusia. Ia ingin manusia menikmati kebahagiaan abadi di surga bersamaNya. Demi kebaikan manusia Ia menjadi manusia, mengurbankan diriNya untuk menghapus dosa manusia, semata-mata hanya demi keselamatan mereka.

YM Seto.

Runtuhnya Bait Allah

Ketika Yesus sedang di bait Allah, Yesus mendengar beberapa orang mengungkapkan kekaguman mereka atas bangunan bait Allah. Bait Allah itu dihiasi dengan batu-batu yang indah dan berbagai barang persembahan yang ada didalamnya. Banguanan itu didirikan oleh orang-orang Yahudi yang kembali dari pembuangan Babilonia. Lalu Raja Herodes Memperluas dan menbuatnya menjadi bangunan yang sangat indah. Menanggapi pujian tentang keindahan Bait Allah itu, Yesus menyatakan bahwa pada suatu saat nanti tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak diatas batu yang lain.


Runtuhnya bait Allah
Runtuhnya bait Allah

Ucapan Yesus itu jelas sangat menarik perhatian para murid. Mereka pun bertanya pada Yesus kapan hal itu akan terjadi dan tanda-tanda apakah yang akan mendahului terjadinya peristiwa itu. Tanda-tanda dari peritiwa itu adalah Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara. Karena itu, orang yang berada di Yehuda harus melarikan diri ke pegunungan dan yang berada di dalam kota harus meninggalkan kota untuk terhindar dari tentara tersebut.

Yerusalem dan bait Allah dihancurkan pada tahun 70 M oleh tentara Romawi dibawah Titus, sebagai balasan atas pemberontakan yang dilancarkan oleh orang Yahudi.

Pandangan Yesus terarah pada datangnya akhir zaman. Ia menyampaikan peringatan kepada mereka supaya waspada dan tidak disesasatkan oleh orang–orang yang datang dengan memakai nama-Nya. Hal itu juga terjadi pada zaman ini, dimana banyak nabi-nabi palsu yang mengatasnamakan Tuhan untuk melancarkan tujuan mereka, menghalalkan segalacara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kehidupan murid-murid Yesus sangatlah banyak tantangan dan rintangan yang harus mereka terima, termasuk hal tentang keselamatan nyawa mereka. Mereka harus berhadapan dengan penguasa, baik penguasa politik maupun penguasa religius.

Karena beratnya penderitaan yang akan mereka alami sebagai pengikut Kristus, para murid diingatkan agar mereka menetapkan hati. Mereka tidak perlu cemas memikirkan apa yang akan mereka katakan untuk membela diri di hadapan pengadilan. Mereka tidak perlu cemas karena Yesus sendiri akan memberikan kata-kata hikmat di dalam mulut mereka.

Janji Yesus adalah menjadi sumber  kekuatan bagi para murid untuk selalu setia kepada-Nya sampai mati.
Dalam perenungan ini, Yesus menyampaikan pengajaran tentang kesetiaan orang beriman dalam menjalani kehidupan. Kehidupan di dunia pasti akan berakhir. Semua manusia akan mati, entah kapan waktunya, dan nasib manusia pada kesudahan kematian ditentukan oleh kehidupan yang dijalaninya di dunia.

Banyak orang yang mau hidup seenaknya sendiri, mengikuti keinginan sendiri, tidak perduli pada dosa. Firman Allah mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat akan nasib kita di dunia yang akan datang dan menjalani kehidupan  ini sambil menatap kehidupan yang akan datang.

Kehidupan para pengikut Kristus memang berat dan penuh dengan tantangan, tetapi penuh dengan pengharapan. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kesetiaan kepada Allah akan justru terbukti ketika orang beriman harus berhadapan dengan situasi sulit, termasuk yang mengancam keselamatan jiwa.

Selama hidup di dunia, manusia tetap menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan, dalam berbagai macam bentuknya. Sekalipun harus menderita di dunia ini, kita akan menerima kehidupan abadi yang dijanjikan Alllah. Yang kita perlukan sekarang adalah kekuatan untuk bertahan dalam iman di tengah berbagai kesulitan yang melanda kita di dunia.

Ym setyo

Mengejar atau dikejar?

Mengejar atau dikejar
Mengejar atau dikejar

Ilustrasi:

Mengejar atau dikejar?-Suatu hari dikisahkan ada seorang anak kecil yang sedang bermain di sebuah lapangan tak jauh dari rumahnya. Anak kecil ini sedang melihat-lihat di sekelilingnya dan membelakangi matahari, tiba-tiba saja ia tertarik melihat bayanganya sendiri.

Ia berjalan mengikuti bayanganya dengan harapan ia bisa berlari mendahului bayanganya itu. Semakin jauh ia berjalan, semakin jauh pula bayanganya itu menjauh darinya. Iapun terus berjalan dan berlari sampai ia kelelahan, tetapi ia tidak juga berhasil meraih bayanganya sendiri.

Saat itu ayahnya yang sedang mengamatinya menegurnya, “ nak apa yang kamu lakukan, sang anak pun menjawab “aku ingin menangkap bayangan itu ayah”.
Lalu ayahnya berkata “jika kamu ingin menangkap bayanganmu, kamu harus berlari menuju matahari, maka bayangan itu akan mengejarmu.”

Renungan
Saat kita berusaha mengejar keinginan/cita-cita, apakah itu jodoh, rejeki,..

Maupun kebahagiaan dalam kehidupan kita, tanpa kita sadari kita malah berlari menjauhi Tuhan, sehingga hal-hal yang kita inginkan itu malah menjauh dari kehidupan kita.

Kalaupun kita sering menemukan kegagalan-kegagalan, maka inilah saatnya kita berbalik arah sebagaimana anak itu yang berjalan menuju matahari, sehingga bayangan itu mengikutinya.

Demikian juga kalau kita kembali mengejar Tuhan, mengabdi kepadaNya dan selalu taat akan segala perintahNya, maka semua yang kita inginkan akan datang dengan sendirinya dan mengikuti kita.

Pilihan itu ada ditangan kita, Mau mengejar atau dikejar berkat?

Utamakan Tuhan, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:33
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranya, maka semuanya akan ditambah-tambahkan kepadamu.”

demikian artikel Mengejar atau dikejar?, semoga bermanfaat.

Sumber:Share BB

Bait Allah

Luk 21:5-11

Bait Allah-Renungan ini menyajikan nubuat. Nubuat dipahami sebagai pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi, kata nubuat ini berbeda dengan ramalan atau perdiksi yang bisa terjadi atau tidak terjadi. Beruntunglah kita yang hidup di masa kemudian sehingga menjadi saksi kepenuhan nubuat tersebut. Yerusalem dengan bangunan bait Allahnya adalah pusat keagamaan orang Yahudi. Sudah kita ketahui Yerusalem bukan hanya pusat religiusitas umat Yahudi, tapi juga pusat pemerintahan. Sementara itu Yesus dan para muridNya berasal dari pelosok negeri dari daerah Galilea yang harus menyeberangi samaria untuk sampai di Yerusalem. Dan orang dari daerah itu terkagum-kagum di ibu kota. Mereka memperbincangkan tentang bait Allah dan mengagumi bangunan tersebut yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan berbagai barang persembahan. 

Sejak jaman Salomo sampai pada jaman Yesus, bait Allah ini telah mengalami beberapa kali pembangunan kembali. Herodes agung sempat memugar bangunan bait Allah ini dan merenovasinya. Bait Allah inilah yang berdiri pada saat Yesus datang kedunia ini. Bisa dibayangkan seperti apa kekagetan para murid dan orang-orang yang mendengar perkataan Yesus bahwa bait Allah itu akan hancur. Bait Allah bukan sekedar bangunan mewah yang membanggakan bagi mereka. Bait Allah sebagai mana namanya dipercaya sebagai tempat Allah bersemayam. Bait Allah menjadi pusat kehidupan religius mereka. Kata-kata Yesus membuat mereka bertanya-tanya, apalagi sepertinya kehancuran hebat yang akan menimpa.

Nubuat Yesus ini digenapi ketika pasukan Romawi mengepung Yerusalem. Yerusalem konon dibuat menjadi rata dengan tanah. Jauh hari Yesus sudah menubuatkan apa yang kamu lihat disitu akan datang harinya dimana tidak ada satu batupun akan terletak diatas batu yang lain. Semuanya akan diruntuhkan. Secara rohani kehancuran bait Allah adalah simbol masa berakhirnya hukum taurat dan Yudaisme. Saat itulah lembaran lama ditutup.
Yesus memang menubuatkan keruntuhan bait Allah, namun dengan nubuat keruntuhan bait Allah itu bakal ditandai sebagai berakhirnya  masa Berlakunya hukum taurat dan Yudaisme ini. Yesus menyingkapkan rencana penyelamatanya, Ia mengungkapkan bahwa awal penderitaanya segera dimulai, menuju puncaknya di Yerusalem diatas salib. Melalui saliblah karya penyelamatan dituntaskan dan sesungguhnya jaman baru akan dimulai. Kehancuran Yerusalem yang menyusul  secara tidak langsung akan menjadi pemicu berkembangnya Gereja, buah jaman baru keseluruh dunia hingga pada saat ini.

Insp DFJ Bp Warindra 

Terimakasih telah membaca renungan Bait Allah, semoga bermanfaat bagi anda.

Terang dari Yesus


 
Terang dari Yesus
Terang yesus
Mat 4:12-25
Terang dari Yesus-Renungan Firman Tuhan kali ini mengajak kita untuk memiliki iman dan berjalan bersama dengan Yesus dalam setiap lini kehidupan kita. Apa yang dilakukan Yesus dahulu di daerah zebulon dan naftali, bahkan di galilea sampai Yerusalem terus dilakukan Yesus sampai saat ini. Yesus adalah terang yang selalu terbit dalam kegelapan hidup kita saat ini dan kapan saja. Yesus menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan manusiawi kita, Ia menjadikan segala-galanya baik adanya. 

Kisah injil ini meneguhkan 2 peristiwa penting dalam sejarah umat Allah, yakni kisah penciptaan, dimana  Allah menciptakan segala sesuatunya baik adanya dan yang kedua adalah kisah penyelamatan  atau penebusan yang dilakukan Yesus untuk memulihkan segala sesuatu yang dirusak oleh dosa kemudian menjadi baik kembali. Yang buruk dijadikan baik, yang salah diperbaiki dan yang berdosa bertobat dan  diampuni. Yesus menjadi terang yang menyinari jalan hidup kita, Dia adalah Emanuel Allah beserta kita. 
Hendaklah firman Tuhan menjadi pedoman dalam kehidupan kita.

Mari kita ingat lagi apa yang dikatakan oleh pemazmur, sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku.

Marilah kita menyuarakan firman Tuhan baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain,  bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat. Gbu

demikan artikel Terang dari Yesus, semoga bermanfaat.


Insp DFJ Pm R Tanot

Hati yang Kaya

Luk 21:1-4

Hati yang Kaya-Yesus memberikan pujian kepada janda miskin yang memberikan semua ongkos hidupnya, Yesus mengatakan ia memberikan lebih banyak dari pada orang kaya yang memberi dari kelebihan mereka, dengan kata lain sisa-sisanya saja. Yesus tidak memuji kemiskinan janda ini, melainkan kekayaanya, dalam hal materi jelas janda ini merupakan orang miskin, tetapi dihatinya begitu kaya sampai ia merelakan semua ongkos hidupnya. Tidak dibilang bahwa ia mempunyai simpanan sehingga hari itu ia bisa makan. Tetapi yang jelas ia memberikan semua penghasilanya pada hari itu. Janda itu menyerahkan berkat Tuhan yang ia punya untuk dipersembahkan. 

Pelajaran apa yang bisa kita petik, Apakah dalam memberikan persembahan, atau sedekah atau perhatian orang yang sakit, perhatian bagi keluarga kita sendiri, atau didalam melaksanakan tanggung jawab dan tugas kita sehari-hari?, apakah kita sudah memiliki hati yang kaya seperti janda ini, yang memberikan secara total, ataukah kita hanya memberikan sisa-sisa waktu kita saja?. Memperhatikan orang sakit dari sisa waktu. Memberikan perhatian pada keluarga juga dari sisa waktu, karena sebagian besar waktu sudah dipakai untuk hobi dan untuk pekerjaan yang lain. Melakukan tugas kita hanya dari sisa tenaga saja, sebab mungkin kita lebih memfokuskan tenaga kita kepada hal-hal yang tidak ada kaitanya dengan pekerjaan kita. Yang mungkin menyenangkan diri, tetapi sama sekali tidak membantu lancarnya pekerjaan kita. Mugkin kita katakan, ya suka-suka saya, uang, uang saya, waktu, waktu saya, saya memberikan berapa banyak kepada orang sakit, kepada orang susah, kepada keluarga saya, atau kepada pekerjaan saya, terserah saya. Benarkah demikian, apa yang kita terima dari Tuhan, entah itu materi, entah itu waktu, entah itu kesempatan, atau relasi, atau tanggung jawab bisa kita manfaatkan secara total untuk sasaran yang tepat atau hanya kita sisakan untuk kesenangan diri sendiri. Jika demikan adanya maka kita adalah orang-orang yang kaya secara materi, kaya kesempatan, kaya relasi tetapi hati kita miskin.

Sedangkan jandi miskin itu secara materi ia kukuarangan, tetapi hatinya kaya, dan orang yang hatinya kaya inilah yang dipuji oleh Yesus. Bukan orang yang memiliki banyak, seolah-olah kaya tetapi sebenarnya miskin dihadapan Tuhan.

Marilah kita memberikan apapun secara total dalam segala kehidupan kita. setiap apapun berkat Tuhan itu. Jika seandainya ada orang sampai tidak memberikan penghargaan atas apa yang telah kita lakukan, maka yakinlah bahwa Tuhan melihat semuanya itu dari tempat yang tersembunyi dan memberikan catatan dan akan menjadi catatan yang terbaik bagi kita. Marilah kita memperkaya hati kita bukan hanya fisik. Gbu

demikan arikel Hati yang Kaya, semoga bermanfaat.


Insp DFJ Ps Y Buntoro

Perihal Talenta

Perihal Talenta
Talenta

Luk 19:11-28

Perihal Talenta-Tuhan telah memberikan talenta kepada kita, masing-masing menurut kasih karunia Tuhan, talenta itu kita terima berbeda-beda pada setiap orang. Perumpamaan tentang talenta ini mengingatkan kita tentang talenta yang Tuhan berikan. Tuhan telah memberikan kita talenta, seharunya ketika kita sudah diberikan, kita mengembangkanya dan bukan menyimpanya. Seharusnya kita mengandalkan Tuhan ketika mengembangkan talenta tersebut. Ketika kita berusaha pasti tidak selalu mulus dalam perjalananya. Ketakutan, kekawatiran, kecemasan pasti akan selalu hinggap dalam pikiran kita. Kalau kita mengandalkan Tuhan, pasti Tuhan selalu siap untuk membantu kita.

Renungan ini mengajarkan kepada kita, berapa lama anda melayani, berapa lama anda menikah, berapa tahun anda bersama komunitas, atau apapun itu. Melalui renungan ini kita diajak untuk mengevaluasi atau mengedit, mungkin tidak banyak hasil tapi seberapa setianya kita bekerja diladang Tuhan. Apakah kita takut untuk mengandalkan Tuhan, atau kita masih mengandalkan kekuatan kita sendiri.

Maka marilah kita jangan takut, ataupun jangan takut gagal untuk mengembangkan telenta-talenta yang Tuhan berikan, entah itu berkarya dalam Gereja, ataupun berkarya dalam masyarakat dan dunia ini. Jangan takut karena Roh Kudus akan membantu kita semua dalam mengembangkan talenta-talenta kita.


Insp DFJ Rm V Widi

Terima kasih telah membaca artikel perihal talenta, bila bermanfaat, silahkan share ke teman-teman anda.

di dunia yang lain

Luk 20:27-40

Di dunia yang lain-Kita tidak pernah tau, kenapa kita dilahirkan di dunia ini, bukan maunya kita untuk lahir dan hidup di dunia ini. Tetapi kita tau persis, kedua orang tua kita mengharapkan kelahiran kita. Setidaknya selama 9 bulan mereka menantikan kelahiran kita. Kita adalah anugerah yang di berikan Tuhan kepada kedua orang tua kita sebagai buah cinta kasih diantara mereka. Sebagai sebuah hadiah yang berharga, sudah sepatutnya kita membawa kebahagiaan bagi kedua orang tua kita, bukan malah sebaliknya membawa kesesakan bagi mereka.

Kita juga tidak pernah tau berapa lama kita akan menjalani kehidupan kita di dunia. Kita juga tidak pernah tau kapan ajal akan menjemput kita. Yesus bernubuat, jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu (Yoh 21:22). Yang dimaksud adalah Yohanes, satu-satunya rasul yang meninggal dunia pada masa tuanya. Pesan Yesus ini jelas, bukan urusan kita untuk mencari tahu kapan seseorang akan meninggal dunia. Hidup kita telah ditentukan sejak awal. Manusia pasti akan sampai pada akhir hidupnya, semua orang akan meninggal dunia. Meninggal dunia berarti meninggalkan dunia ini untuk pergi kedunia yang lain. Yaitu dunia yang telah disediakan bagi orang-orang yang dianggap layak untuk mendapat bagian disitu. Di dunia yang lain itu tidak ada lagi kematian dan kelahiran. Yang ada adalah hidup kekal. Makanya disitu tidak ada orang kawin dan dikawinkan.

Lalu bagaimana jika kita dianggap tidak layak tinggal disana? Rupanya masih ada dunia yang lain lagi, yaitu dunia kegelapan yang paling gelap, yang dikatakan Yesus sebagai dapur api dimana disana terdapat ratapan dan kertakan gigi. Tidak ada seorang pun yang mau dan ingin tinggal di dunia gelap itu. Tetapi tak ada seorang pun yang dapat memilih dimana ia akan tinggal setelah dibangkitkan dari dunia fana ini. 

Rumput ilalang memang akan dipisahkan dari bulir gandum, dan masa panen itu sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memperoleh pengampunan dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri supaya dianggap layak untuk mendapat bagian dari kerajaan surga hidup seperti malaikat dan hidup kekal sebagai anak-anak Allah. Tetapi hari ini masih tersedia kesempatan untuk berbalik kepada Yesus, masih ada waktu untuk bertobat dan memohon pengampunan dari Tuhan. Selamat mempersiapkan hari kedatangan Tuhan. Gbu.

demikan artikel di dunia yang lain, semoga bermanfaat.

Insp Dfj S Kurniawan

Tentang Akhir zaman

Mrk 13:24-32

Tentang Akhir zaman-Di dunia ini  tak seorangpun dapat memperdiksi datangnya akhir zaman, para scientis mencoba mengemukakan teori-teori mereka tentang datangnya akhir zaman, tetapi mereka masih meraba-raba, beberapa aliran sesat mencoba mengemukakan waktunya secara persis baik tanggal maupun jamnya, namun hasilnya bumi ini tetap ada, jelas kita tidak akan tau saat itu akan tiba, tapi kita percaya bahwa suatu saat waktu itu akan datang juga. Karena Tuhan sendiri telah mengatakanya. Yang pasti adalah Ketika Yesus memberitahukan akhir zaman segera tiba Dia tidak bermaksud untuk member rasa takut bagi para pengikutnya, melainkan harapan dan ajakan untuk senantiasa siap sedia dalam menyongsong saat itu. 

Maka sebenarnya ada dua hal yang ditekankan oleh Tuhan, bahwa ada pengharapan dan bahwa pengharapan itu harus dihidupi dalam kekinian. Apa maksudnya, yang pertama, ada pengharapan akan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya pada Tuhan. Tuhan Yesus tidak ingin kita kawatir tentang akhir zaman. Untuk saat ini yang paling nyata adalah saat kematian kita nanti. Dengan kata lain, pesan yang dibawa oleh Tuhan bukanlah merupakan pesan yang pesimistis melainkan pesan optimistis. Suatu pesan yang mengandung harapan dan janji, bahwa bila saat itu tiba setiap orang beriman akan memperoleh kehidupan yang kekal, yaitu kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan yang kita alami saat ini.

Ketika Tuhan sudah berjanji, maka Tuhan akan menepatinya. Yang kedua, pengharapan akan kehidupan kekal itu harus di bangun mulai dari sekarang dalam kekinian. Dengan kata lain jangan tunda-tunda dalam mempersiapkannya, ketika Tuhan Yesus berkata bahwa hari atau jamnya tidak diketahui itu berarti, saat penghakiman adalah sekarang maksudnya adalah penghakiman akhir zaman itu terkait dengan apa yang saya lakukan sekarang, mulai detik ini. Oleh karena itu konsep akhir zaman bukan merupakan ancaman, melainkan sebuah peringatan untuk berbuat lebih baik dalam sisa hidup kita yang sangat terbatas. Suatu hari nanti setiap orang mesti siap sedia mempertanggung jawabkan kehidupanya di hadapan Allah. Dan jelas kehidupan kekal nanti akan sangat ditentukan oleh kehidupan yang sekarang ini. 

Kita pasti sulit untuk menghidupi pengharapan hidup kekal, masalahnya kita belum mengalaminya sementara kita hidup dalam suatu zaman dimana segala sesuatu dibuktikan secara kasat mata dan logis, namun segala sesuatu yang belum dialami bukan berarti sesuatu tidak ada. Disamping itu kesulitan juga timbul karena kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan dan persoalan, kerap kali kita sulit menyeimbangkan antara komitmen yang teguh dengan godaan dunia yang menggoyahkan. Namun, bukankah emas selalu harus dimurnikan dalam api terlebih dahulu. Demikian dengan iman kita, kita harus dimurnikan terlebih dahulu lewat dunia yang penuh tantangan ini. Jika kita tidak ingin dimurnikan oleh Tuhan dalam api penyucian nantinya, maka kita berusaha memurnikan diri kita mulai dari sekarang. Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk memperbaikinya, mari kita hargai dan gunakan setiap waktu yg diberikan Tuhan sebagai kesempatan untuk bertobat. Gbu

demikan artikel Tentang Akhir zaman, semoga bermanfaat.


Insp DFJ Ps Hendy

Hukum

Mat 5:17-19
hukum
Hukum

Hukum-Seharusnya tata tertib atau hukum itu di buat  dan di berlakukan dengan dasar cinta kasih, maka jika anda ingin mendambakan hidup bahagia, damai sejahtera dan selamat, kami mengharapkan anda sekalian harus mematuhi undang-undang dan tata tertib, juga peraturan dan hukum, dalam dan dengan cinta kasih. Hukum dan aturan demi menunjang kehidupan yang lebih baik, orang yang mencintai kehidupan tentu akan melindungi kehidupan. Tentu hukum hanya sarana dan tujuan yang terutama adalah cinta akan kehidupan dan berjuang untuk kehidupan.

Aturan tidak boleh mengemis dijalan, adakah hati kita untuk memikirkan orang-orang yang tidak mampu untuk membuat mereka mandiri. Orang yang terjerat dan dihukum karena narkoba, adakah upaya kita untuk merehabilitasi, menyembuhkan, membantu mereka keluar dari jerat narkoba.  Orang yang sadis dan disingkirkan masyarakat, adakah hati kita untuk membangun mereka untuk menjadi pribadi yang penuh cinta. Pasangan suami atau istri bahkan anak, pernah berbuat salah, apakah kita menghukum seumur hidup atau kita memaafkan dan membuat lembaran baru. Apakah orang yang pernah salah kita hukum dengan membuat cap yang membully dan melecehkan, atau kita berani mencabut cap negative dan percaya orang bisa berubah.

Hukum yang terutama adalah kasihanilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kita adalah pelayan-pelayan Allah, hamba-hamba Kristus yang terus merayakan dan menjaga kehidupan.

Tuhan memberkati anda dan mari berbagi suka cita kehidupan kepada sesama kita. Gbu

Inspir :  DFJ Rm A. Hariyanto